Recent Comments

Blogger templates

ekonomi Executive

ekonomi

kursor

KODE 1 KODE 2

Empty Widget

Pages

lagu

Diberdayakan oleh Blogger.

menu ekonomi

Pengikut

Share It

Popular Posts

RSS

iklan

Script Iklan anda

jalan-jalan

warunk materi ekonomi

jawaban teori akuntansi pak suwardjono


BAB IV
1.      Sebutkan pihak-pihak potensial yang berkepentingan dengan suatu perusahaan atau badan usaha dan jelaskan kepentingan nya.


·           Owners. Lenders, supplier, potential, investor and kreditor, employess, man age man, direktur, customer, financial, analiyts and advisor, broker, under, writer, stock, exchanges, lauyer, economis, taxing, authorities, regulatory, legislator, financial prees and reporting, agencies, labor, union, trade, association, business, researcher, teacher and student, and the public.
·           Pertanggung jawaban, kebermanfaatan, keputusan, riset keuangan dan pasar, penentuan tariff, penentuan pajak, pengendalian social, pengendalian alokasi sumber daya economic, dan pengukuran kerja entitas.

2.             Apakah semua pihak yang berkepentingan harus dilayani kebutuhan informasionalnya melalui pelaporan keuangan?
Iya, karena karakteristik pemakai mempunyai kedudukan terhadap entitas pelapor (akses terhadap informasi) dan tingkat pengetahuan pemakai tentang bisnis dan ekonomi.Dalam artian pemakai menyusun dan mengolah kembali data akuntansi tersebut menjadi informasi yang relevan untuk mengambil suatu keputusan atau kepentingannya.
3.             karena pemakaian potensi informasi keuangan perusahaan banyak dan beragam, bagaimanakah pendekatan dalam penentuan tujuan pelaporan keuangan?
Dengan pendekatan pelaporan keuangan diarahkan untuk menghasilkan iset data (iset statemen keuangan) untuk berbagai pemakaian dan kepentingan. Pemakeian penyusun dan pengelola kembali data tsb menjadi informasi yang relevan untuk keputusan atau kepentingan dengan kata lain, pemakaian harus melakukan analisis untuk menyerap informasi sematik yang ada di balik data akuntansi.
4.             Pelaporan keuangan diarahkan untuk menghasilkan satu set data (satu set statemen keuangan) untuk berbagai pemakai dan kepentingan. Pemakai menyusun dan mengolah kembali data tersebut menjadi informasi yang relevan untuk keputusan atau kepentingannya. Dengan kata lain, pemakai harus melakukan analisis untuk menyerap informasi semantic yang ada dibalik data akuntansi. Pendekatan inilah yang sekarang banyak ditempuh dan menghasilkan apa yang dikenal dengan statemen keuangan umum (General purpose financial statement). Karena bersifat umum, seperangkat statemen keuangan akan bersifat ringkasan umum yang tidak terlalu rinci dengan konsekuensi bahwa kepentingan spesifik atau kelompok tertentu harus dikorbankan. Walaupun bersifat umum, masih perlu diidentifikasi kelompok yang dianggap menjadi focus atau sasaran informasi. Hal ini perlu dilakukan karena perekayasaan akuntansi harus menentukan apa isi seperangkat statemen keuangan sehingga manfaat dan relevansi informasi dapat dievaluasi yang dijadikan focus biasanya adalah kelompok dominan dalam kegiatan ekonomi dan bisnis di suatu Negara. Bila focus tidak ditentukan, perekayasaan akuntansi tidak dapat menentukan isi, bentuk dan susunan statemen keuangan dan akuntansi akan menciptakan data akuntansi dasar dalam bentuk statistic keuangan.
5.             Apakah sebagai kegiatan sosial akuntansi mempunyai tujuan fungsional? Dapatkah tujuan fungsional     masyarakat sejalan dengan tujuan akuntansi?
     Jawab : Ya, sebagai kegiatan sosial akuntansi mempunyai tujuan fungsional dan tujuan fungsional dalam masyarakat dapat sejalan dengan tujuan akuntansi. Karena tujuan fungsional merupakan tujuan normatif yang menjadi pedoman dalam pembuatan kebijakan di tingkat organisasi.

7.       Sebut dan jelaskan tujuan pelaporan keuangan versi ASOBAT dan komite trueblood. Jelaskan tujuan tersebut dengan menunjukan informasi tentang apa, siapa yang dituju, dan untuk kepentingan apa?
          1. versi ASOBAT
          a. Membuat keputusan yang berkaitan dengan penggunaan sumber daya (alam, fisis, manusia, dan financial) yang terbatas
          b. mengarahkan dan mengendalikan sumberdaya fisis dan manusia suatu organisasi yang efektif.
          c. memelihara dan melaporkan pengelolaan sumber daya yang dipercayakan pada manajement.
          d. member kemudahan berjalannya fungsi dan pengendalian social.
          2. versi komite trueblood.
v Informasi tentang :
-  Aspek perusahaan yang bermanfaat
-  Kegiatan ekonomik perusahaan
-  Aliran kas potensial
-  Daya melaba (earning power)
-  Kemampuan manajement
-  Deskripsi dan analisis kejadian
-  Posisi keuangan
-  Laba periodic
-  Kegiatan perusahaan
-  Aspek perusahaan
-  Aspek organisasi kepada pemerintah dan nonlaba
-  Kegiatan perusahaan tertentu
v Yang dituju :
-      yang menggantungkan pada statemen keuangan dan mempunyai akses terbatas untuk mendapatkan informasi
-      investor dan kreditur
- umum (publik) dan pemerintah
v Digunakan untuk :
-    keputusan ekonomi
-    prediksi, komparasi dan evaluasi aliran laba untuk keputusan investasi kredit.
-    evaluasi daya melaba
-    proses prediktif dalam pengambilan keputusan
-    keefektifan manajement dalam pengelolaan sumberdaya
-    dampak dan peran social perusahaan.

8. Sebut dan jelaskan beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam penetapan tujuan pelaporan keuangan.
1.       Tujuan laporan keuangan ditentukan oleh lingkungan ekonomik, hukum, pilitis, dan social tempat akuntansi diterapkan.
2.       pelaporan keungan dipengaruhi oleh karakteristik dan keterbatasan informasi yang dapat disampaikan melalui mekanisme pelaporan keuangan.
3.       Tujuan pelaporan keuangan memerlukan suatu focus untuk menghindari terlalu umumnya informasi akibat terlalu banyaknnya pihak pemakai yang ingin dipenuhi kebutuhan informasinya.

9.   Sebut dan jelaskan karakteristik lingkungan yang melandasi pengembangan RK FASB.
·   Sisten ekonomi pasar yang maju
·   System produksi, keuangan, dan perbankan yang canggih
·   Pemisah anatara pemilik dan manajement, kegiatan perusahaan dijalankan melalui perusahaan / badan usaha milik investor.
·   Pasar modal sebagai sarana memenuhi kebutuhan sarana modal utama selain lembaga keuangan.
·   Pemilikan pribadi sumber keuangan diakui dan dilindungi pemerintah, sumber daya produktif lebih banyak dikelola oleh swasta daripada pemerintah hanya sebagai regulator.
·   Pemerintah membantu kegiatan bisnis ekonomik dengan menyediakan informasi public yang sebagian berasal dari informasi pelaporan keaungan ynag disediakan oleh badan usaha.
·   Reabilitas atau kredibilitas
·   Informasi keuangan dicapai melalui audit independent.
10. eka
11. karena investor dan kreditor menjadi pokus pelaporan, apakah pihak lain tidak terlayani oleh pelaporan  keuangan

12. Gambarkanlah kaitan antara tujuan-tujuan pelaporan keuangan RK FASB dalam bentuk tabel seperti pada Gambar 4.3

Tujuan Pelaporan Keuangan RK FASB

Butir    Informasi Tentang Apa                        Siapa Dituju                 Untuk Apa                   Hierarki
1.               aspek perusahaan yang bermanfaat          umum                                      keputusan                                                                1                                                                                              ekonomik
2.               Kegiatan ekonomik perusahaan                 yang menggantungkan          keputusan                                                1.1
                                                                                                                Pada statemen keuangan                                          ekonomik                                                                                dan mempunyai akses                                                                                                                                             terbatas untuk mendapat                                                                                                                                          informasi
3.               aliran kas potensial                                  investor dan kreditor               prediksi, komparasi dan                             1.2
evaluasi aliran kas dari
investasi dan pinjaman
4.               Daya melaba (earning power)                  investor dan kreditor               prediksi, komparasi dan                             1.2.1
                                                                                                                                                evaluasi aliran laba untuk
                                                                                                                investasi dan pinjaman           
5.               Kemampuan manajemen                          investor dan kreditor               keefektifan manajemen                              1.2.2
dalam pengelolaan
sumber daya
6.               Deskripsi dan analisi transaksi dan          investor dan kreditor               prediksi, komparasi dan                          1.2.2.1     
kejadian                                                                                                   evaluasi daya melaba
7.               Posisi keuangan                                       investor dan kreditor               prediksi, komparasi dan                           1.2.2.2
                                                                                                                evaluasi daya melaba
8.               Laba periodik                                           investor dan kreditor               prediksi, komparasi dan                          1.2.2.3
                                                                                                                evaluasi daya melaba
9.               Kegiatan perusahaan                                investor dan kreditor               prediksi, komparasi dan                          1.2.2.4
                                                                                                                evaluasi daya melaba
10.            Aspek perusahaan                                   umum                                      proses prediktif dalam                              1.3
pengambilan keputusan
11.            Aspek organisasi kepemerintahan           umum, pemerintah,                  keefektifan manajemen                              1.4
dan nonlaba                                             investor dan kreditor               dalam pengelolaan sumber
                                                                                                                                daya
12.            Kegiatan perusahaan tertentu                   umum (publik)                        dampak dan peran sosial                          1.5
perusahaan
 

13.         Jean
14.         Karakteristik organisasi dan implementasinya
a. penerimaan sumber ekonomik yang cukup besar dari penyedia dana yang tidak mengharapkan untuk menerima imbalan atau manfaat yang proporsional dengan sumber ekonomik yang diserahkan.
b. tujuan operasi selain menyediakan / menjual barang dan jasa untuk mendatangkan laba / setara laba.
c. tidak terdapatnya haka pemilikan dengan proporsi tertentu / pasti yang dapat dijual dipindahtangankan atau ditarik, atau yang mengandung hak yuridis atau bagian dari sisa kekayaan dalam hal organisasi dilikuidasi / dibubarkan.
                   Impelemntasinya adalah
15.         FASB berargumen bahwa karakteristik kedua kategori organisasi (entitas bisnis dan entitas nonbisnis)  mengandung persamaan dan  perbedaan tetapi tidak perlu disusun dua kerangka konseptual terpisah untuk masing-masing kategori organisasi.
Karena, Pelaporan keuangan organisasi nonbisnis harus menyediakan informasi yang bermanfaat bagi para penyedia dana dan pemakai lain, baik berjalan maupun potensial, dalam membuat keputusan-keputusan rasional tentang alokasi dana ke organisasi tersebut.
Pada mulanya, FASB mempertimbangkan organisasi-organisasi berikut sebagai nonbisnis:
1.      Unit-unit kepemerintahan
2.      Organisasi amal dan keagamaan
3.      Institusi social
4.      Organisasi swasta nonprofit
Dalam perkembangannya, unit-unit kepemerintahan dipisahkan dari lingkup organisasi nonbisnis dan pelaporan keuangannya ditangani oleh Governmental Accounting Standards Board (GASB).
Oleh karena itu, organisasi atau entitas tidak lagi dikategori menjadi bisnis dan nonbisnis tetapi menjadi nonkepemerintahan dan kepemerintahan. Entitas nonkepemerintahan meliputi entitas bisnis dan nonbisnis yang pelaporan keuangannya berada dibawah jurisdiksi FASB sedangkan entitas kepemerintahan meliputi pemerintah pusat dan daerah yang berada di bawah jurisdiksi GASB.
FASB mengidentifikasi ciri-ciri nonbisnis yang menjadikan tujuan peleporan organisasi nonbisnis berbeda dengan organisasi bisnis.  Ciri-ciri tersebut adalah (SFAC No. 4, prg. 6):
a)      Penerimaan sumber ekonomik yang cukup besar dari penyedia dana yang tidak mengharapkan untuk menerima imbalan atau manfaat yang proporsional dengan sumber ekonomik yang diserahkan.
b)      Tujuan operasi selain menyediakan/menjual barang dan jasa untuk mendatangkan laba atau setara laba.
c)       Tidak terdapatnya hak pemilikan dengan proporsi tertentu/pasti yang dapat dijual, dipindahtangankan, atau ditarik, atau yang mengandung hak yuridis atas bagian dari sisa kekayaan dalam hal organisasi dilikuidasi/dibubarkan.

16.         Apakah yang dimaksud organisasi syariah dan apakah diperlukan kerangka konseptual tersendiri untuk pelaporan keuangan organisasi syariah ?
 Organisasi syariah adalah suatu organisasi ekonomi Dimana standar yang diambil dalam setiap fungsi manajemen terikat dengan hukum-hukum syara’ (syariat Islam).
Organisasi syariah memiliki kerangka konseptual tersendiri untuk pelaporan keuangan. Menurut Baydoun dan willet (2000) bentuk keuangan perusahaan yang lebih cocok dengan akuntansi islam adalah value added .
Value added disajikan meliputi laba bersih yang diperoleh perusahaan sebagai nilai tambah yang kemudian didistribusikan secara adil kepada kelompok yang terlibat dengan perusahaan dalam menghasilkan nilai tambah.
Dalam PSAK 101 dijelaskan, bahwa laporan keungan menyajikan informasi mengenai entitas syariah yang meliputi : asset, kewajiban, ekuitas, pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian, arus kas, dan zakat.

17.  Apakah yang dimaksud dengan kebijakan akuntansi? Jelaskan tataran penentu kebijakan akuntansi?
Kebijakan Akuntansi merupakan pelaporan prinsip-prinsip akuntansi yang spesifik dan metode-metode penerapan prinsip-prinsip tersebbut yang dinilai oleh manajemen dari entitas tersebut sebagai yang paling sesuai dengan kondisi yang ada untuk menyajikan secara wajar posisi keuangan, perubahan yang terjadi pada posisi keuangan, dan hasil operasi sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum dan karena itu telah diadopsi untuk pembuatan laporan keuangan.
Kebijakan akuntansi meliputi pilihan prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi, peraturan dan prosedur yang digunakan manajemen dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Beberapa jenis kebijakan akuntansi dapat digunakan untuk subjek yang sama. Pertimbangan dan atau pemilihan perlu disesuaikan dengan kondisi perusahaan. Sasaran pilihan kebijakan yang paling tepat akan menggambarkan realitas ekonomi perusahaan secara tepat dalam bentuk keadaan keuangan dan hasil operasi.
Tiga pertimbangan pemilihan untuk penerapan kebijakan akuntansi yang paling tepat dan penyiapan laporan keuangan oleh manajemen:
1.              Pertimbangan Sehat
Ketidakpastian melingkupi banyak transaksi. Hal tersebut harusnya diakui dalam penyusunan laporan keuangan. Sikap hati-hati tidak membenarkan penciptaan cadangan rahasia atau disembunyikan.
2. Substansi Mengungguli Bentuk
Transaksi dan kejadian lain harus dipertanggungjawabkan dan disajikan sesuai dengan hakekat transaksi dan realitas kejadian, tidak semata-mata mengacu bentuk hukum transaksi atau kejadian.
3. Materialitas
Laporan keuangan harus mengungkapkan semua komponen yang cukup material yang mempengaruhi evaluasi atau keputusan-keputusan.
Laporan keuangan harus jelas dan dapat dimengerti, berdasar pada kebijakan akuntansi yang berbeda di antara suatu perusahaan dengan perusahaan lain, dalam satu negara maupun antar negara. Pengungkapan kebijakan akuntansi dalam laporan keuangan dimaksudkan agar laporan keuangan tersebut dapat dimengerti. Pengungkapan kebijakan tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. Pengungkapan hal ini sangat membantu pemakai laporan keuangan, karena kadang-kadang perlakuan yang tidak tepat atau salah digunakan untuk suatu komponen neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, atau laporan lainnya terbias dari pengungkapan kebijakan terpilih.
Tataran Kebijakan Akuntansi :
a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yakni Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) (sekarang Bapepam dan LK)
Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasi ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut, antara lain persediaan yang dinyatakan sebesar nilai uang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Laporan keuangan konsolidasi ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus kas.
Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah mata uang Rupiah (Rp).
b. Prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan anak perusahaan yang dikendalikannya, dimana Perusahaan memiliki lebih dari 50 %, baik langsung maupun tidak langsung, hak suara di anak perusahaan dan dapat menentukan kebijakan keuangan dan operasi dari anak perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari aktivitas anak perusahaan tersebut. Sebuah anak perusahaan tidak dikonsolidasikan apabila sifat pengendaliannya adalah sementara karena anak perusahaan tersebut diperoleh dengan tujuan akan dijual kembali dalam waktu dekat; atau jika ada pembatasan jangka panjang yang mempengaruhi kemampuan anak perusahaan untuk memindahkan dananya ke Perusahaan.
Saldo atas transaksi termasuk keuntungan atau kerugian yang belu direalisasi atas transaksi antar perusahaan dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan anak perusahaan sebagai satu kesatuan usaha.
Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk peristiwa dan transaksi sejenis dalam kondisi yang sama. Apabila anak perusahaan menggunakan kebijakan akuntansi yang berbeda dari kebijakan akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasi, maka dilakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap laporan keuangan anak perusahaan tersebut.
Hak minoritas atas laba bersih dan ekuitas anak perusahaan dinyatakan sebesar proporsi pemegang saham minoritas atas laba bersih dan ekuitas anak perusahaan tersebut sesuai dengan presentase kepemilikan pemegang saham minoritas pada anak perusahaan tersebut.
Kerugian yang menjadi bagian pemegang saham minoritas pada suatu anak perusahaan dapat melebihi bagiannya dalam modal disetor. Kelebihan tersebut dan kerugian lebih lanjut yang menjadi bagian pemegang saham minoritas, harus dibebankan kepada pemegang saham mayoritas, kecuali terdapat kewajiban yang mengikat pemegang saham minoritas untuk menutupi kerugian tersebut dan pemegang saham minoritas mampu memenuhi kewajibannya. Apabila pada periode selanjutnya, anak perusahaan melaporkan laba, maka laba tersebut harus terlebih dahulu dialokasikan kepada pemegang saham mayoritas sampai seluruh bagian kerugian pemegang saham minoritas yang dibebankan pada pemegang saham mayoritas dapat ditutup.
Pada saat akuisisi, aktiva dan kewajiban anak perusahaan diukur sebesar nilai wajarnya pada tanggal akuisisi. Jika biaya perolehan lebih rendah dari bagian perusahaan atas nilai wajar aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasi yang diakui pada tanggal transaksi, maka nilai wajar aktiva non moneter yang diakuisisi harus diturunkan secara proporsional, sampai seluruh selisih tersebut tereliminasi. Sisa selisih lebih setelah penurunan nilai wajar aktiva dan kewajiban nonmoneter tersebut diakui sebagai goodwill negative, dan diperlakukan sebagai pendapatan ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan dengan menggunakan garis lurus selama 20 tahun.
c. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing
Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan, kecuali Mayora Nederland B.V, diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi–transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan dan kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi tahun yang bersangkutan.
d. Transaksi Hubungan Istimewa
Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah:
  1. Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan atau dikendalikan oleh atau berada dibawah pengendalian bersama, dengan Perusahaan (termasuk holding companies, subsidiaries, dan fellow subsidiaries;
  2. Perusahaan asosiasi
  3. Perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapaka mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor);
  4. Karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempengaruhi wewenang dan tanggungjawab untuk merencanakan, memimpin, dan mengendalikan kegiatan Perusahaan yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manager dari Perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; dan
  5. Perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam butir (3) atau (4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut
e. Pajak Penghasilan
Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.
f. Laba per Lembar
Laba perlembar dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
g. Informasi Segmen
Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasi. Bentuk primer pelaporan segmen adalah segmen usaha sedangkan segemen sekunder adalah segmen geografis.

Keanekaragaman Kebijakan Akuntansi dan Pengungkapannya
Tugas interpretasi laporan keuangan sulit dilaksanakan jika menggunakan berbagai kebijakan beberapa bidang (akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, dan lain-lain) atau wilayah akuntansi yang berbeda (wilayah akuntansi per negara, kumpulan negara dan lain-lain).
Di dunia belum ada sebuah daftar tunggal kebijakan akuntansi dapat digunakan bersama-sama, sehingga para pemakai dapat memilih dari daftar tunggal itu, sehingga perbedaan pilihan kebijakan berdasar pertimbangan kejadian, syarat dan kondisi yang serupa.
Contoh berikut adalah bidang yang menimbulkan perbedaan kebijakan akuntansi dan karena itu diperlukan pengungkapan atas perlakuan akuntansi terpilih:
Ø   Umum
  • Kebijakan konsolidasi
  • Konversi atau penjabaran mata uang asing meliputi pengakuan keuntungan dan kerugian pertukaran
  • Kebijakan penilaian menyeluruh seperti harga perolehan, daya beli umum, nilai penggantian
  • Peristiwa setelah tanggal neraca
  • Sewa guna usaha, sewa beli atau transaksi cicilan dan bung
  • Pajak
  • Kontrak jangka panjang
  • Franchise atau waralaba
Ø   Aktiva
  • Piutang
  • Persediaan (persediaan dan barang dalam proses) dan beban pokok penjualannya
  • Aktiva dapat disusutkan dan penyusutan
  • Tanaman belum menghasilkan
  • Tanah yang dimiliki untuk pembangunan dan biaya pembangunan
  • Investasi pada anak perusahaan, investasi dalam perusahaan asosiasi dan investasi lain
  • Penelitian dan pengembangan
  • Paten dan merek dagang
  • Goodwill
Ø   Kewajiban dan Penyisihan
  • Jaminan
  • Komitmen dan kontinjensi
  • Biaya pensiun dan tunjangan hari tua
  • Pesangon dan uang penggantian
Ø   Keuntungan dan kerugian
  • Metode pengakuan pendapatan
  • Pemeliharaan, reparasi-perbaikan (repairs), dan penyempurnaan–penambahan (improvement)
  • Untung-rugi penjualan aktiva
  • Akuntansi Dana, wajib atau tak wajib, termasuk pembebanan dan pengkreditan langsung ke perkiraan surplus
Kebijakan akuntansi dewasa ini tidak secara teratur dan tidak secara penuh diungkapkan dalam semua laporan keuangan. Perbedaan besar masih terjadi dalam bentuk, kejelasan dan kelengkapan pengungkapan yang ada dalam suatu negara maupun antar negara atas kebijakan akuntansi harus diungkapkan. Dalam sebuah laporan keuangan, beberapa kebijakan akuntansi yang penting telah diungkapkan sementara kebijakan akuntansi yang penting lain tidak diungkapkan.
Bahkan pada negara-negara yang mewajibkan pengungkapan atas kebijakan akuntansi penting, tak selalu tersedia pedoman yang menjamin keseragaman metode pengungkapan. Pertumbuhan perusahaan multinasional dan pertumbuhan teknologi keuangan internasional telah memperbesar kebutuhan keseragaman laporan keuangan melewati batas negara.
Laporan keuangan seharusnya menunjukkan hubungan angka-angka dengan periode sebelumnya. Jika perubahan kebijakan akuntansi berpengaruh material, perubahan kebijakan perlu diungkapkan, dampak perubahan secara kuantitatif harus dilaporkan.
Perubahan kebijakan akuntansi yang tidak mempunyai pengaruh material dalam tahun perubahan juga harus diungkapkan jika berpengaruh secara material terhadap tahun-tahun yang akan datang.
18.  Nurul
19.  Jelaskan proses pertimbangan dalam penentuan kebijakan akuntansi?
a. Pertimbangan Sehat
Ketidakpastian melingkupi banyak transaksi. Hal tersebut harusnya diakui dalam penyusunan laporan keuangan. Sikap hati-hati tidak membenarkan penciptaan cadangan rahasia atau disembunyikan.
b. Substansi Mengungguli Bentuk
Transaksi dan kejadian lain harus dipertanggungjawabkan dan disajikan sesuai dengan hakekat transaksi dan realitas kejadian, tidak semata-mata mengacu bentuk hukum transaksi atau kejadian.
c. Materialitas
Laporan keuangan harus mengungkapkan semua komponen yang cukup material yang mempengaruhi evaluasi atau keputusan-keputusan.
Laporan keuangan harus jelas dan dapat dimengerti, berdasar pada kebijakan akuntansi yang berbeda di antara suatu perusahaan dengan perusahaan lain, dalam satu negara maupun antar negara. Pengungkapan kebijakan akuntansi dalam laporan keuangan dimaksudkan agar laporan keuangan tersebut dapat dimengerti. Pengungkapan kebijakan tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. Pengungkapan hal ini sangat membantu pemakai laporan keuangan, karena kadang-kadang perlakuan yang tidak tepat atau salah digunakan untuk suatu komponen neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, atau laporan lainnya terbias dari pengungkapan kebijakan terpilih.
20.         Dea
21.         Apakah yang dimaksud dengan nilai informasi?
          Yaitu informasi harus bermanfaat bagi para pemakai, ada juga yang mengatakan bahwa informasi harus mempunyai nilai, dalam artian informasi dikatakan mempunyai nilai (kebermanfaatan keputusan) apabila informasi tersebut:
·        Menambah pengetahuan pembuat keputusan tentang keputusannya dimana lalu, sekarang atau masa datang
·        Menambah keyakinan para pemakai mengenai probabilitas realisasinya suatu harapan dalam kondisi ketidakpastian
·        Mengubah keputusan atau perilaku para pemakai
22.         Maryadi
23.         Faris
24.         Ramadani
25.         apa beda keefektifan dan keterandalan? Berilah contoh sebagai analogi.
Keefektifan yaitu  Suatu kegiatan, proses, program, dan hal lainnya yang dianggap efektif jika dapat mencapai hasil akhir  yang direncanakan yang dapat terus berjalan (sustainable).
Keterandalan (Realiability)  adalah kemampuan informasi untuk memberikan keyakinan bahwa informasi tersebut benar atau valid. Informasi akan mempunyai nilai yang tinggi kalau pemakai mempunyai keyakinan yang tinggi terhadap kebanaran informasi.
” Packard-Bell dapat memproduksi komputer-komputer yang mahal dengan ciri-ciri komputasi tingkat atas yang sangat hebat seandainya perusahaan itu mengabaikan biaya-biaya masukan bahan dan tenaga kerja. Dan sejumlah lembaga pemerintah federal telah dikritik terus-menerus berdasarkan alasan bahwa mereka itu cukup efektif tetapi sangat tidak efisien. Artinya mereka memang menyelesaikan tugas-tugas mereka tetapi dengan biaya amat tinggi. Oleh karena itu manajemen menaruh perhatian bukan pada perampungan kegiatan-kegiatan dan mencapai sasaran-sasaran organisasi ( efektifitas atau hasil guna ). “
Contohnya :
PENGERTIAN TEORI AKUNTANSI
Akuntansi keuangan membahas tentang bagimana prosedur, metoda, dan teknik pencatatan transaksi keuangan dilakukan untuk mencapai tujuan pelaporan keuangan yang telah ditetapkan. Standar akuntansi memberi pedoman ( pendefinisian, pengukuran, penilaian, pengakuan, dan pengungkapan elemen – elemen atau pos – pos laporan keuangan ) perlakuan akuntansi terhadap suatu kejadian.
Akuntansi yang dipraktikkan dalam suatu negara sebenarnya tidak terjadi begitu saja secara ilmiah namun praktik yang dijalankan dirancang dan dikembangkan secara sengaja untuk mencapai tujuan sosial tertentu. Dan praktik akuntansi dipengaruhi oleh faktor lingkungan ( sosial, ekonomi, politis). Karena itu, struktur dan praktik akuntansi akan berbeda antara negara yang satu dengan yang lainnya ( perbedaan muncul dikarenakan struktur dan praktik tersebut disesuaikan dengan kondisi negara, tempat dimana akuntansi tersebut dijalankan ).
26.  Jelaskan bagaimana ketelitian, ketidak pastian, bias dan kelengkapan dapat mempengaruhi reliabilitas informasi?
Reliabilitas atan reliability (keterandalan) adalah kemampuan informasi untuk member keyakinan bahwa informasi tersebut benar atau valid. Informasi akan menjadi berkurang nilainya jika orang yang menggunakan informasi meragukan kebenaran atau validitas informasi tersebut. Informasi akan mempunyai nilai tinggi jika pemakai mempunyai keyakinan yang tinggi terhadap kebenaran informasi.
Ketepatan penyimpulan adalah kesesuaian atau kecocokan antara pengukur atau deskripsi dan fenomena yang diukur ataudideskripsi. Ketepatan penyimbolan dalam akuntansi menyangkut 2 hal yaitu ketepatan deskripsi dan validitas pengukuran. Ketidaktepatan akan mengurangi atau menghilangkan ketepatan informasi. Factor lain yang mempengaruhi keterandalan informasi melalui ketepatan penyimbolan adalah ketelitian (precision), ketidak pastian (uncertainly), pengaruh bias (bias), dan kelengkapan (completeness),karena factor dab konteks menentukan keterandalan informasin keterandalan harus dipandang sebagai suatu kualitas yang relative.
27.  Menurut saya tidak netral
Dikarenakan, makna kenetralan dan sikap netral adalah sama untuk kedua pihak tersebut. Kenetralan berarti bahwa baik dalam merumuskan atau mengimplemamentasikan standar, perhatian utama adalah relevansi dan reliabitasi yang dihasilkan bukan pengaruh standar tersebut terhadap pihak pemakai tertentu.Apakah kenetralan merupakan karakteristik yang harus dipertimbangkan pada tataran perekayasaan akuntansi pada suatu wilayah (negara)?
tidak, karena apabila kenetralan diterapkan pada tataran perekayasaan akuntansi, perekayasaan akan terhalangi untuk bekerja demi kepentingan yang lebih luas. Yaitu, untuk membantu pencapaian tujuan Negara.  Bila akuntansi harus netral terhadap tujuan nasional, hilanglah peran akuntansi sebagai kegiatan sosiaal yang harus mengandung tujuan fungsional guna membantu tercapainnya tujuan social dan ekonomik Negara. Kalau akuntansi dapat memicu terjadinya alokasi sumber ekonomik secara efisien, masalahnya buka lagi netral atau tidak melainkan relevan atau tidak. Dengan kata lain bermanfaat atau tidak bermanfaat bagi masyarakat luas.

28.  Ida
29.  Perlukan suatu pedoman autoritatif yang memuat angka materialitas untuk pengabaian, kesalahan, atau salah saji?
Ya, karena auditor sangan berkepentingan dengan materialitas karena kewajaran dalam laporan auditor dimyatakan dalam batas-batas dalam semua hal yang material. Oleh karena itu, ada kebutuhan akan adanya pedoman materialitas kuantitatif yang diterbitkan oleh perekayasa atau penyusun standart.
30.  Hanifah
31.  sebut dan jelaskan elemen-elemen statement keuangan yang didefinisikan oleh FASB apa antara elemen dan pos?
·         Asset
Adalah manfaat ekonomik masa dating yang cukup pasti yang diperoleh/ dikuasai oleh suatu etitas sebagai hasil transaksi/kejadian masa lalu.
·         Kewajiban
Adalah pengorbanan manfaat ekonomik masa dating yang cukup pasti yang timbul dari keharusan sekarang suatu entitas untuk mentransfer asset atau menyerahkan jasa kepada entitas lain dimasa datang sebagai akibat dari sebagai akibat dari transaksi masa lalu.
·         Ekuitas atau asset bersih
Adalah hak residual terhadap asset suatu entitas yang masih tersisa setelah mengurangi asset dengan kewajibannya.
·         Investasi oleh pemilik
Adalah kenaikan dalam ekuitas suatu badan usaha sebagai akibat dari transfer ke entitas lain, sesuatu yang bernilai untuk mendapatkan atau  menaikkan hak pemilik didalamnya.
·         Distribusi ke pemilik
Adalah penurunan dalam ekuitas suatu badan usaha sebagai akibat pentranferan asset, penyerahan jasa, dan penimbula kewajiban oleh badan usaha tersebut kepada pemilik.
·         Laba komprehensif
Adalah perubahan dalam ekuitas suatu badan usaha selama suatu periode yang beasal dari transaksi dan kejadian lain dan  kondisi dari sumber non pemilik.
·         Pendapatan
Adalah aliran masuk asset / kenaikan asset lainnya pada suatu entitas / penyelesaian kewajiban entitas tersebut dari penyerahan, pemberian jasa atau kegiatan lain yang membentuk operasi sentral/utama dan berlanjut dari entitas tersebut.
·         Biaya
Adalah aliran keluar asset/ penyerapan asset lainnya pada suatu entitas/ penimbulan kewajiban dari penyerahan, pemberian jasa yang membentuk operasi sentral
·         Untung
Adalah kenaikan dalam ekuitas yang berasal dari transaksi peripheral/incidental suatu entitas dan semua transaksiyang mempengaruhi entitas tersebut, kecuali kenaikan akibat dari pendapatan/ investasi pemilik.
·         Rugi
Adalah penurunan dalam ekuitas yang berasal dari transaksi peripheral/incidental suatu entitas dan semua transaksiyang mempengaruhi entitas tersebut, kecuali penurunan sebagai akibat dari biaya/ distribusi kepemilik.
32.  Informasi simentik apa yang terkandung seperangkat statemen keuangan penuh?
Informasi tentang karakteristik kualitatif dan elemen statemen keuangan yang akan menentukan jenis statemen yang membentuk seperangkat penuh statemen keuangan (a full set of financial statements). Dalam artian informasi tersebut dikaitkan secara spesifik dengan seperangkat statemen keuangan sebagai satu kesatuan penuh (lengkap). Tiap informasi tersebut harus dituangkan dalam satu jenis statemen keuangan (individual financial statemen).
33.  Jenis Statemen Keuangan & Informasi Simentik yang Terkandung
Informasi Simentik
Jenis Statemen Keuangan
Posisi Keuangan
Statemen Keuangan (neraca)
Laba Perioda
Statemen L/R
Laba Komprehensif
Statemen Laba/Penghasilan Komprehensif
Aliran Kas
Statemen Aliran Kas
Investasi oleh & Distribusi Kepemilik
Statemen Perubahan Ekuitas/Laba Ditahan
34. Jelaskan proses penalaran dalam menentukan elemen – elemen statemen keuangan
Ø  Elemen – elemen statemen keuangan harus diukur untuk membentuk informasi sematik yaitu elemen (onjek), ukuran (size), dan hubungan (relationship). Atribut elemen harus diidentifikasi dan atribut pengukuran yang sesuai dipilih untuk mendapatkan ketepatan penyimbolan.

35. Apa yang dimaksud transaksi, kejadian, dan keadaan. Berikan contoh!
  1. kejadian, adalah terjadinya suatu perkara atau urusan yang mempunyai konsekuensi terhadap suatu entitas.Contoh pengaruh aset,kewajiban dan ekuitas
  2. keadaan, adalah suasana atau seperangkat kondisi yang berkembang dari suatu kejadian atau serangkaian kejadian yang berkulminasi pada situasi tak terduga atau sulit diduga. Contoh pengaruh aset,kewajiban dan ekuitas
  3. transaksi, adalah salah satu bentuk kejadian eksternal yang melibatkan transfer sesuatu yang bernilai ( manfaat ekonomi masa datang ) antara dua entitas atau lebih. Contoh pengaruh aset,kewajiban dan ekuitas
36. irmina
37. Jelaskan pengertian laba komprehensif dan apa bedanya dengan laba?
     Jawab : Laba komprehensif adalah total perubahan aktiva bersih (ekuitas) perusahaan selama satu periode yang berasal dari semua transaksi dan kegiatan lain dari sumber selain sumber yang berasal dari pemilik, atau dengan kata lain, laba komprehensif terdiri atas seluruh perubahan aktiva bersih yang berasal dari transaksi operasi.
     Perbedaan antara laba komprehensif dengan laba adalah terdapat beberapa komponen tertentu yang menjadi elemen laba komprehensif tidak dimasukkan dalam perhitungan laba periode. Komponen tersebut meliputi :
a.       Pengaruh penyesuaian akuntansi tertentu untuk periode lalu dialami dalam berjalan diperlukan sebagai penentu besarnya laba bersih.
b.      Perubahan aktiva bersih tertentu lainnya (holding gains and losses) yang diakui dalam periode berjalan seperti untung rugi perusahaan harga pasar investasi saham sementara dan untung atau rugi penjabaran mata uang asing.
38. Mengapa posisi keuangan tidak direkayasa untuk menunjukkan nilai perusahaan?
Karena jika posisi keungan direkayasa maka akan terjadi suatu perkara atau urusan yang mempunyai konsekuensi terhadap suatu entitas.
39. apakah yang dimaksut dengan pengukuran dan apa bedanya dengan penilaian,?
          Pengukuran adalah penentuan besarnyaa unit pengukur yang akan dilekatkan pada suatu objek (elemen/pos) yang terlibat dalam suatu transaksi, kejadian, atau keadaan untuk merepresentasi makna (atribut) objek tersebut sehingga 2 objek atau lebih dapat dibedakan dan dibandingkan atas dasar makna tersebut.
          Penilaian sering digunakan pula untuk menunjuk pengukuran yang jumlah rupiahnya tidak dapat diamati melalui transaksi atau pasar, untuk selanjutnya pengukuran digunakan dalam arti luas/ umum meliputi penilaian.
40. apa yang dimaksud dengan atribut suatu pos dan atribut pengukuran? Sebut berbagai atribut pengukuran dan berilah contoh pos yang menggunakan atribut tersebut.
          Atribut pengukuran adalah dasar pengukuran (jumlah rupiah) yang harusdilekatkan pada suatu elemen/pos untuk mempresentasikan secara tepat atribut yang ingin diungkapkan dari element pos tersebut dalam pelaporan keuangan. Contohnya seperti tujuan pelaporan pos mesin adalah untuk menunjukkan sisa potensi jasa mesin (bukan harga jual mesin).
41. eka
42. herlina
43. Apakah perbedaan antara kriteria pengakuan dan saat pengakuan?
Pengakuan adalah penyajian suatu informasi melalui statemen keuangan sebagai ciri sentral pelaporan keuangan. Secara teknis pengakuan berarti pencatatan secara resmi (penjurnalan) suatu kuantitas (jumlah rupiah) hasil pengukuran kedalam sistem akuntansi sehingga jumlah rupiah tersebut akan mempengaruhi suatu pos dan terefleksi dalam statemen keuangan.
Kriteria  pengakuan umum digunakan (fundamental) untuk dijadikan dasar penyusunan standar untuk menentukan teknik atau prosedur pengakuan dalam bentuk standar akuntansi.
FASB menetapkan empat pengakuan kriteria fundamental (konseptual) sebagai berikut :
-       Definisi : suatu pos harus memenuhi definisi elemen statemen keuangan.
-       Keterukuran : suatu pos harus mempunyai atribut yang berpaut dengan keputusan dan    dapat diukur dengan tingkat keterandalan yang cukup.
-       Keberpautan : informasi yang dikandung suatu pos mempunyai daya untuk membuat perbedaan dalam keputusan pemakai.
-       Keterandalan : informasi yang dikandung suatu pos secara tepat menyimbolkan suatu fenomena, teruji(terverifikasi), dan netral.
Keempat kriteria di atas harus dipertimbangkan dalam konteks karakteristik kualitatif informasi yaitu batas antara batas atas (benefit > kos) dan batas bawah materialitas. Karena pengakuan sangat penting dalam penentuan laba, pos-pos yang biasanya dikenal kriteria pengakuan adalah pos-pos pembentuk statement laba rugi dan laba komprehensif terutama pendapatan dan untung serta biaya dan rugi. Bila keempat kriteria dipenuhi, masalah berikutnya adalah kapan kriteria di atas dipenuhi atau kapan suatu hasil pengukuran dapat di akui. Saat pengakuan itulah kriteria pengakuan dapat diakui.
44. jean
45. Pengertian dari :
a. Pengakuan mula-mula : pengukuran pada saat suatu elemen atau pos timbul dan dicatat pertama kali akibat transaksi, kejadian atau keadaan. Contoh penentuan dan pencatatan jumlah rupiah yang melekat pada saat diperoleh.
b. Pengakuan baru-mulai : pengukuran dalam periode-periode setelah pengakuan mula-mula untuk menentukan jumlah rupiah bawaan baru yang tidak berkaitan dengan jumlah-jumlah rupiah sebelumnya. Misalnya kos historis atau atribut pengukuran lain yang telah teracatat dalam ssistem akuntansi.
c. Estimat terbaik : jumlah rupiah tunggal yang paling-boleh jadi dalam suatu kisar / rentang beberapa jumlah rupiah estimasian yang mungkin terjadi, dalam statistika, julah rupiah ini merupakan modus suatu distribusi variable.
d. Aliran kas estimasian : julah rupiah tunggal yang akan diterima atau dibayar di masa datang . Penerimaan atau pembayaran dalam aliran kas estimasian dapat terdiri atas beberapa jumlah rupiah tunggal.
e. Aliran kas harapan : gunggung (sum) beberapa jumlah rupiah berbobot  probabilitas dalam suatu kisar jumlah rupiah estimasian yang mungkin terjadi.
f. Nilai sekarang harapan : gunggung beberapa nilai sekarang berbobot probabilitas suatu kisar aliran kas estimasian yang mungkin terjadi, yang semuanya didiskusi dengan tingkat bunga yang sama.
g. Nilai wajar : jumlah rupiah yang disepakati untuk suatu objek dalam suatu transaksi antara pihak-pihak yang berkehendak bebas tanpa tekanan / keterpaksaan. Nilai wajar sering diukur, ditandingkan atau disamakan dengan harga pasar (market price) objek pada saat pengukuran.

46.    Tujuan nilai sekarang dalam pengukuran akuntansi, adalah untuk menangkap/merefleksikan sedapat mungkin perbedaan ekonomik antara sehimpunan aliran kas masa datang untuk mengistimasi nilai wajar.
Manfaat nilai sekarang dalam pengukuran akuntansi, adalah nilai sekarang dapat digunakan untuk menentukan nilai wajar.
47.              Sebut dan jelaskan prinsip-prinsip umum dalam menggunakan nilai sekarang untuk pengukuran serta berilah contohnya.
prinsip-prinsip umum yang menjadi pedoman penerapan nilai sekarang :
1.      Sedapat-dapatnya aliran kas dan tingkat bunga harus merefleksi asumsi-asumsi tentang kejadian dan ketidakpastian masa datang yang dipertimbangkan dalam memutuskan apakah memperoleh atau tidak suatu asset atau sekelompok asset dalam suatu transaksi tunai yang bebas.
2.      Tingkat bunga yang digunakan untuk aliran kas harus merefleksi asumsi-asumsi yang konsisten dengan asumsi yang melekat pada aliran kas agar pengaruh asumsi tidak berganda atau terabaikan.
3.      Aliran kas estimasian dan tingkat bunga harus bebas dari faktor yang tidak berkaitan dengan asset atau kewajiban yang bersangkutan .
4.      Aliran kas estimasian dan tingkat bunga harus merefleksi kisar munculan yang mungkin terjadi daripada jumlah rupiah tunggal.
Contoh : dalam perhitungan nilai waktu uang
¡  PV = FVn (PVIFi,n)
§  PV = nilai sekarang dari sejumlah uang di masa mendatang
§  FVn = nilai investasi pada akhir tahun ke-n
§  PVIFi,n = the present value interest factor
Jika dijanjikan mendapat uang sebesar $500,000 pada waktu 40 tahun mendatang, dengan asumsi bunga 6%, berapa nilai sekarang dari uang yang dijanjikan?
PV = FVn (PVIFi,n)
PV = $500,000 (PVIF6%, 40thn)
PV = $500,000 (.097)
PV = $48,500
48.         Maria goreti
49.         Nurul
50. Apakah rerangka konseptual dapat disebut sebagai teori akuntansi? Apakah akuntansi manajemen juga memerlukan rerangka konseptual?
Ya , karena Kerangka konseptual mungkin dapat dipandang sebagai teori akuntansi yang terstruktur (Belkoui, 1983). Hal ini disebabkan struktur kerangka konseptual sama dengan struktur teori akuntansi yang didasarkan pada proses penalaran logis. Atas dasar penalaran ini, teori merupakan proses pemikiran menurut kerangka konseptual tentu untuk menjelaskan kenyataan yang terjadi dan menjelaskan apa yang harus dilakukan apabila ada fakta atau ada fenomena baru. Kerangka konseptual dapat digambarkan dalam bentuk hierarki yang memiliki beberapa tingkatan.
Ya, akuntansi manajemen juga memerlukan rerangka konseptual karena Rerangka konseptual (conceptual framework) akuntansi manajemen adalah seperangkat tujuan,konsep-konsep,tanggung jawab,tugas,teknik,dan etika yang menjadi pedoman bagi akuntan manajemen dalam melaksanakan tugasnya dan menjadi pengarah dalam pengembangan pengetahuan akuntansi manajemen.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar